MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA: PROBLEM BASED LEARNING

 A. Definisi Problem Based Learning

  • Istilah lain dari Pembelajaran Berbasis Masalah
  • Masalah dijadikan sebagai titik awal dalam membangun konsep.
  • Menitikberatkan pada adanya permasalahan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran.
  • Melalui permasalahan siswa dapat belajar dari apa yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari sehingga mempermudah mereka dalam memahami dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menurut Herman, PBL adalah pembelajaran yang mengacu pada 4 pilar pendidikan universal:
1) Belajar memahami (Learning to know), artinya pendidikan harus mengarahkan peserta didik untuk memahami apa yang mereka pelajari. Contoh, peserta didik belajar untuk memahami mengapa mereka harus belajar aritmatika sosial, yang ternyata berguna dalam kehidupan sehari-hari seperti jual beli.
2) Belajar melakukan (Learning to do), artinya pendidikan harus mengarahkan peserta didik untuk melakukan apa yang semestinya mereka kuasai . Contoh, peserta didik harus mampu melakukan perhitungan seperti mencari panjang kawat yang dibutuhkan untuk mengelilingi rumah berbentuk persegi.
3) Belajar menjadi diri sendiri (Learning to be), artinya peserta didik diarahkan untuk menerima dirinya sendiri, dengan memanfaatkan potensi yang dimilikinya dan meminimalisir kelemahannya.
4) Belajar bekerjasama (Learning to live together), artinya peserta didik diarahkan untuk bekerja sama dengan orang lain sebagai bekal kehidupan mereka di masa yang akan datang.
  • Menurut Muhson, belajar berdasarkan masalah atau Problem Based Learning adalah proses pembelajaran yang diawali dari masalah-masalah yang ditemukan dalam suatu lingkungan pekerjaan.
  • Menurut Wena, pada Problem Based Learning siswa dihadapkan pada permasalahan praktis sebagai pijakan dalam belajar (siswa belajar melalui permasalahan).
  • Menurut Tan, Wee, dan Kek, PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran yang membuat konfrontasi kepada pembelajar dengan masalah-masalah praktis atau pembelajaran yang dimulai dengan pemberian masalah dan memiliki konteks dengan dunia nyata.
  • Kesimpulannya, Problem Based Learning adalah suatu pembelajaran yang dimulai dengan menghadapkan siswa kepada suatu permasalahan yang terdapat pada dunia nyata dan menuntunnya untuk dapat menyelesaikan atau memecahkan masalah tersebut melalui kegiatan atai pengalaman belajar yang dilakukan selama proses pembelajaran.

B. Karakteristik Problem Based Learning

  1. Learning is Student-Centered, artinya pembelajaran dipusatkan pada siswa (siswa aktif).
  2. Authentic Problems from the Organizing Focus for Learning, artinya suatu masalah kontekstual dijadikan fokus dalam pembelajaran.
  3. New Information is Acquired Through Self-Directed Learning, artinya informasi-informasi yang dibutuhkan diperoleh sendiri oleh siswa.
  4. Learning occurs in small group, artinya siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dengan tujuan agar siswa dapat bekerja sama dan saling berbagi pendapat.
  5. Teachers act as fasilitator, artinya peran guru dalam pembelajaran hanya sebagai fasilitator

C. Sintak Pembelajaran Problem Based Learning

  • Menurut Trianto (2007) :
  1. Orientasi siswa pada masalah, pada langkah ini, disajikan sebuah permasalahan kontekstual yang bermuara pada konsep yang harus dipahami siswa.
  2. Mengorganisasi siswa untuk belajar, pada langkah ini, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan menjelaskan tugas mereka.
  3. Membimbing penyelidikan individual ataupun kelompok, pada langkah ini guru mengarahkan agar diskusi siswa terarah.
  4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, hasil diskusi tadi dibuat dalam bentuk laporan, baik itu tertulis, lisan, maupun berupa model, lalu mengomunikasikannya di depan siswa lain.
  5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, ini merupakan langkah terakhir dimana guru akan menganalisis dan mengevaluasi apakan proses pemecahan siswa benar atau tidak serta melakukan klarifikasi apabila terdapat kesalahan.
  • Menurut Huda (2014):
  1. Menyajikan suatu masalah, masalah yang disajikan merupakan masalah kontekstual
  2. Mendiskusikan masalah,siswa dalam kelompok kecil tadi saling bersilang pendapat membahas masalah tersebut.
  3. Menyelesaikan masalah di luar bimbingan guru, artinya siswa mencari sumber sendiri, seperti studi literatur, internet, atau observasi lapangan.
  4. Berbagi informasi, siswa mengemukakan ide mereka melalui diskusi
  5. Menyajikan solusi, dari beberapa ide yang diperoleh sehingga mereka dapat menemukan solusinya
  6. Merefleksi, dari seluruh kegiatan pembelajaran, siswa dapat mereview apa saja yang telah diperoleh.

D. Kelebihan Problem Based Learning

  1. Fokus kebermaknaan, karena mereka membangun sendiri konsep melalui penyelesaian masalah, maka konsep tersebut cenderung lebih bermakna.
  2. Meningkatkan kemampuan siswa untuk berinisiatif
  3. Mengembangkan keterampilan dan pengetahuan
  4. Pengembangan keterampilan interpersonal dan dinamika kelompok
  5. Pengembangan sikap Self-Motivated

E. Kekurangan Problem Based Learning

  1. Pencapaian akademik dari individu siswa
  2. Waktu yang dibutuhkan untuk implementasi
  3. Perubahan peran siswa dalam kegiatan belajar
  4. Perubahan peran guru dalam kegiatan mengajar
  5. Perumusan masalah yang baik

F. Hal yang Pelu diperhatikan dalam Problem Based Learning

  1. Pengelolaan kelas, karena ada kemungkinan suasana kelas akan sedikit gaduh, maka guru harus mampu mengelola kelas dengan baik.
  2. Kemampuan siswa, ada kemungkinan masalah terlalu sulit, maka guru harus mengidentifikasi kemampuan siswa terlebih dulu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STANDAR PENILAIAN DALAM PERSPEKTIF STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

WAWASAN DASAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN